Tags

, , , ,


Untuk artikel lainnya please visit : http://andreashartono.com

Banyak diantara kita yang berdoa “Tuhan berikanlah rezeki yang melimpah kepada saya” atau doa-doa lainnya yang intinya meminta uang yang lebih kepada Tuhan. Tetapi sadarkah kita bahwa sebenarnya Tuhan telah begitu baik kepada kita tetapi kita yang menolak pemberian Tuhan untuk mendapatkan uang yang lebih banyak dengan berbagai cara dan alasan kita. Pernahkah kita diberikan pekerjaan lebih oleh atasan kita tetapi kita tolak atau kita kerjakan seadanya karena merasa itu bukan job desc atau pekerjaan kita ? Atau pernahkah kita diminta pulang lebih malam tetapi kita tolak atau kita melakukannya seadanya sambil menggerutu ? Mungkinkah pekerjaan lebih yang diberikan atasan kepada kita atau permintaan pulang lebih malam itu sebenarnya jalan Tuhan untuk kita mendapatkan rezeki yang lebih besar ?
Cerita berikut ini memberikan sebuah jawaban kepada kita bahwa sebenarnya Tuhan begitu baik tetapi kitalah yang sering menolaknya.

Di sebuah desa ada seorang pemuka agama yang sangat taat akan Tuhan. Dia selalu mengikuti semua permintaan Tuhan dan menjauhi larangan-laranganNya. Karena ketaatan itulah dia menjadi panutan di desa tersebut. Pada suatu hari turun hujan yang sangat deras hingga beberapa hari dan tak ayal lagi desa itupun mulai terjadi banjir. Perlahan-lahan air mulai naik hingga mencapai mata kaki orang dewasa. Sang pemuka agama percaya ini adalah cobaan dari Tuhan dan dia terus berdoa supaya hujan berhenti dan dia diselamatkan dari banjir tersebut. Dia berdoa dengan sangat hikmat “Tuhan aku percaya Engkau pasti akan menyelamatkan aku”. Selesai berdoa tiba-tiba ada seorang pengendara motor yang datang dan berteriak “Pak mari ikut saya sebelum banjir semakin tinggi!” Kemudian pemuka agama menjawab “Tidak terima kasih kamu jalan saja dulu”.
Hujan masih terus turun dan pemuka agama masih terus berdoa “Tuhan Engkau Maha Kuasa dan Maha Tahu dan Engkau pasti akan menyelamatkan aku”. Banjir semakin tinggi dan sudah mencapai paha orang dewasa, tiba-tiba muncul sebuah truk besar dan sang supir berteriak “Pak mari ikut saya sebelum banjir semakin tinggi lagi!” Kemudian pemuka agama menjawab “Tidak terima kasih kamu jalan saja dulu”.
Karena hujan belum juga redah selama berhari-hari maka sang pemuka agama mulai khawatir tetapi karena imannya dia masih tetap percaya bahwa Tuhan akan menyelamatkannya. Dia pun berdoa semakin kyusuk kepada Tuhan. Ketika banjir sudah mencapai dada orang dewasa muncullah sebuah perahu karet dan orang yang berada di perahu tersebut berteriak “Pak mari ikut saya sebelum banjir ini menenggelamkan bapak!” Kemudian pemuka agama menjawab “Tidak terima kasih kamu jalan saja dulu”.
Di tengah kesulitannya pemuka agama terus bedoa “Tuhan Engkau Maha Kuasa, Engkau Maha Baik dan Engkau pasti akan menyelamatkan aku”. Alam tetap tidak berubah, hujan terus turun hingga akhirnya menenggelamkan sang pemuka agama hingga dia meninggal dunia.
Setelah meninggal dan tiba di akhirat dia tampak kecewa dan marah kepada Tuhan, dia berteriak “Tuhan Engkau sudah jahat, engkau tidak adil! Aku setiap hari mentaati ajaranMu dan menghindari laranganMu dan aku terus berdoa di saat aku kesusahan tetapi mengapa Engkau tidak menyelematkan aku dari banjir ? Aku telah berdoa dan aku percaya Engkau akan menolong tetapi mengapa Engkau tidak menolong aku dan membuat aku akhirnya meninggal !
Kemudian Tuhan bangkit dari tempat duduknya dan dia berkata “Pak anda saja yang tidak tahu diri! Aku selalu mendengar doa kamu setiap hari, setiap jam, setiap menit bahkan setiap detik dan Aku selalu membantu kamu di saat kamu susah. Ketika banjir semata kaki aku sudah mengirimkan tukang ojek untuk menolongmu tetapi kamu tolak, ketika banjir sepaha aku sudah mengirimkan supir truk untuk menolongmu tetapi kamu tolak dan ketika banjir sedada aku mengirimkan perahu untuk menolongmu tetapi tetap kamu tolak”.
-o-
Apa pesan moral dari cerita ini ? Tuhan sungguh baik dan dia sebenarnya selalu menjawab doa-doa kita tetapi kadang kitalah yang tidak peka sehingga menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan Tuhan dan tidak jarang akhirnya kita sering menyalahkan Tuhan.
Jadi mungkinkah pekerjaan tambahan dari atasan kita dan permintaan pulang lebih malam sebenarnya adalah jawaban Tuhan atas doa kita “Tuhan berikanlah rezeki yang melimpah kepada saya”? Tetapi karena kita sering menolaknya maka kita tetap tidak mendapatkan rezeki lebih banyak. Sekarang coba renungkan apabila kita menerima dan melakukannya dengan baik dan penuh sukacita mungkinkah kita semakin disenangi oleh atasan kita dan akhirnya kita dipromosikan dan akhirnya mendapatkan uang yang lebih banyak ?
Kita tidak pernah tahu jalan Tuhan itu seperti apa tetapi kita percaya Tuhan itu MAHA BAIK dan MAHA TAHU.
Salam Prestasi,
Andreas Hartono
__._,_.___