Tags

, ,


saya mempunyai atasan yang telah melalui sebuah proses rotasi atau lebih sering disebut Z Theory. Beliau sekarang adalah CEO sebuah perusahaan logistics. Background pendidikan adalah Teknik Sipil.

Berikut adalah pengalaman kerja yang beliau dapatkan selama perusahaan asuransi ternama sebelum menjadi puncak pimpinan.

1. Surveyor asuransi kebakaran

pertama kali masuk, dihir sebagai surveyor di surabaya

2. Marketing di surabaya

3. Underwriting di surabaya

underwriting adalah seperti juru ketik polis kebakaran, sepeda motor dan rumah tinggal

4. Analisa Kredit di Madiun

dipindah ke BCA sebagai analisa kredit

5. Bagian Klaim Asuransi di Solo (9bulan)

tetap di bca tetapi di bagian klaim

6. Accounting & Finance di Surabaya (8 bulan)

7.  General Affair (bagian Umum)

mengurusi absensi, pengaturan pemakaian mobil, dll layaknya GA

8. Pengawas Kredit di Makasar (4 bulan)

9. Perwakilan Kredit BCA Makasar

terus dipindah kembali ke asalnya ke perusahaan asuransi dan dipercaya untuk setup cabang baru

10. Branch Manager (10 tahun)

performancenya mulai setup adalah hanya sebuah ruko dengan hanya 1 meja dan 1 telpon dan akhirnya berhasil dengan pindah ke gedung 7 lantai.

11. Branch Manager di Logistics Company

karena jenuh dengan asuransi maka dia keluar dan pindah ke perusahaan bidang lain.

12. CEO di Logistics Company.

Kenapa kok dipindah2 ke bagian yang lain? dari surveyor, marketing, underwriting, analis kredit, klaim, accounting dan finance, GA? karena dari situlah peng-kader-an seorang calon untuk menjadi puncak. Memang disisi psikologi kita, kita merasa tidak perform atau merasa tidak bekerja dengan baik, oleh sebab itu dipindah2. Beliau juga merasakan hal yang sama, tetapi tetap dia jalani dan akhirnya dia sadar pada waktu dijadikan Branch Manager bahwa itu semua tidak lain untuk “mengetahui seluk beluk perusahaan”. Dengan begitu, dia tidak bisa dibohongin atau diakalin oleh anak buahnya dan dapat memberikan arahan yang lebih baik.

Rotasi sering dianggap sebagai membuang karyawan karena tidak perform di tempat itu. Itu semua anggapan yang salah, itu yang harus kita geser mindset tersebut. Berpandanglah positif.

Kalian harus tahu juga bahwa CEO Citibank Indonesia, sebelum bekerja di Citibank (dulu first national) sebelumnya berjualan asongan di perempatan jalan di jakarta? Setelah dia melihat seorang lewat naik mercedes benz, dia ingin menjadi orang itu, maka dia apply dan diterima di Citibank menjadi Office Boy. Dia tidak puas dan ingin belajar terus, dia melihat bagian fotocopy yang dulu mesin copy sangat mahal. Dia belajar dan akhirnya pada waktu orang yang bagian fotocopy tidak masuk, dia gantiin dan selanjutnya dia diangkat menjadi staff bagian fotocopy. Dia di citibank mengalami hampir semua bagian sebelum dia menjadi Manager dan akhirnya CEO.

Janganlah berkecil hati apabila anda dipindahkan ke bagian umum ataupun yang lain, itu adalah pembelajaran untuk menjadi ke puncak pimpinan. SALAM SUKSES dan SEMANGAT TERUS