Tags


STRATEGI SEPERTI AIR.

Tiga kriteria untuk menilai sebuah strategi:

1. Moral

2. Hasil

3. Sumber daya

Strategi yang baik adalah

1. strategi yang bermoral, alias tidak main curang.


2. Strategi yang membawa hasil yang diinginkan.

3. dan harus menggunakan smber daya sehemat mungkin.

Berikut adalah ranking dari berbagai strategi yang ada ke dalam 7 tingkatan:

1. Menang dengan menghalalkan segala cara

Merupakan strategi yang paling rendah tingkatannya, curang dan tidak bermoral

2. Menang dengan menghabiskan kekuatan yang dimiliki

Contoh: mengepung kota dengan benteng yang kokoh yang bisa berlangsung bertahun-tahun dan menewaskan banyak sekali korban di kedua belah pihak dengan menghabiskan seluruh perbekalan dan logistik perang. Sungguh tidak kreatif.

Strategi ini masih lebih bermartabat dibandingkan strategi yang pertama.

3. Menang dengan menyerang titk lemah

Strategi ini membutuhkan informasi yang akurat dan kejelian serta kecerdasan dalam memanfaatkan celak sekecil apapun untuk kemudian melakncarkan serangan secara akurat.

Strategi ini masih memerlukan pengerahan pasukan dan sumber daya untuk mengatasi musuh dan mencapai sasaran.

4. Menang dengan mengalihkan atau membagi kekuatan lawan

Strategi ini termasuk politik devide et impera (politik memecah belah).  Strategi ini bisa lebih menghemat sumber daya dan hasil yang diinginkan tetap bisa dicapai.

Contoh: Strategi pasukan Rusia untuk menjebak pasukan Jerman dalam perang kota yang berkepanjangan. Dengan memancing pasukan Jerman ke dalam perang kota maka kekuatan pasukan Jerman baik secara peralatan perang maupun kemampuan tempur menjadi tidak begitu berarti karena terhalang oleh bangunan-bangunan kota. Sebaliknya, pasukan Rusiayang lebih mengetahui medan tempur bisa melakukan penyergapan. Setelah melakukan pertempuran cukup lama, akhirnya pasukan Jerman kehabisan logistik dan frustasi sehingga memilih mundur.

5. Menang dengan  menyerang atau memanfaatkan kekuatan lawan

Strategi ini lebih dari sekedar cerdas tetapi juga brillian karena sumber daya bisa dihemat dan malah sumber daya yagn selama ini merupakan  kekuatan lawan bisa dipergunakan untuk mencapai sasaran yang diinginkan.

6. Menang dengan membuat lawan menang

Strategi ini membutuhkan kematangan mental dan spiritual dari pelakunya karena strategi ini diawali dengan memberikan kemenangan terlebih dahulu pada pihak lawan.

7. Menang dengan tanpa berperang

Contoh: Saat Rusia diserang oleh Napoleon. Dengan 670 ribu pasukan, Napoleon menyerang tetapi setelah masuk hingga beratus-ratus kilometer jauhnya ke dalam Rusia, Napoleon tidak mendapatkan pasukan Rusia dan semua kota dan desa kosong tidak ada makanan sama sekali dan harta benda yang berharga. Sampai akhirnya mereka harus memakan kuda dan sepatu kulit mereka dan bertahan dari salju dan wabah penyakit. Akhirnya hanya 15 ribu orang yang tertinggal. Napoleon sendiri berhasil meloloskan diri. Kejadian ini merupakah penerapan yang hampir sempurna dari strategi tingkat ke-7. Strategi ini bisa dilakukan oleh Tsar Alexander karena ia mendapatkan informasi sebelumnya bahwa Napoleon akan menyerang Rusia.

Strategi itu seperti air. Tidak ada strategi yang selalu tepat untuk setiap situasi.

Janganlah menggunakan strategi tingkat ke-1. Tetaplah berupaya menghindari. Namun bila kondisi yang plaing tepat hanya memungkinkan kita menggunakan strategi tingkat ke-2, apa boleh buat.

Strategi tingkat ke-2 sebaiknya menjadi pilihan terakhir sedangkan strategi tingkat ke-1 cukup diketahui agar kita bisa waspada terhadap kecurangan-kecurangan tidak bermoral yang bisa dilancarkan pihak lawan kapan saja.
PERTAHANKAN EMOSI ANDA.

Jangan sampai anda terbawa emosi sehingga emosi anda yang akan membuat anda dapat dikalahkan dengan mudah dan anda berarti terkena strategi tingkat tinggi yang dilancarkan oleh lawan anda.