Tags

, , , , , , ,


Tulisan disadur dari Bapak Hermawan Kertajaya, the Founder of Markplus, bapak marketing Indonesia, di jawapos.

Sebelum keluarnya teori Z, ada dua teori pendahulu yaitu Teori X and teori Y.
* Teori X adalah menganggap manusia itu harus diawasi dengan ketat supaya kinerjanya bagus.
Kalau tidak diawasi seperti itu, ada anggapan manusia cenderung akan “menyeleweng” dari kewajibannya.

* Teori Y punya asumsi bahwa manusia itu dasarnya baik adanya. Harus dipercaya, supaya kinerjanya bagus. Tidak perlu diawasi terlalu ketat dan harus diberi kebebasan supaya bisa berkembang.

Teori Z dimunculkan oleh William Ouchi berdasarkan riset di perusahaan Jepang bisa berhasil karena tidak menganut keduanya (X & Y). Manusia tidak perlu dikontrol habis-habisan, seperti pada teori Y.

Karyawan sudah diterima di suatu perusahaan dianggap anggota keluarga. CEO adalah kepala keluarga yang dihormati semua orang dan biasanya sangat senior.

Sedangkan yang junior akan belajar dari para senior supaya bisa menerapkan ilmu yang didapat dari sekolah.

Karyawan dirotasikan terus fungsinya supaya mengenal semua aspek perusahaan, jadi tidak fanatik pada 1 fungsi.
– Karyawan penjualan sering harus masuk di bagian pembelian dulu. Supaya tahu rasanya jadi pembeli yang sering diservice penjual.
– Orang marketing juga harus menjadi orang finance, supaya bisa punya perhitungan sebelum membuang uang.
– Orang produksi biasanya cinta pada produknya, karena dia yang membuat. Banyak orang harus digembleng di pabrik dulu baru ke tempat lain.
– Orang R&D harus turun pasar supaya tahu apa yang diinginkan pelanggan.
– Sebelum menjadi pimpinan puncak, biasanya seseorang harus pernah menjadi Kepala HRD supaya bisa memimpin orang.

Teori Z lebih luas dari itu.
Antara lain:
– Menceritakan hubungan kekeluargaan antara sebuah perusahaan dengan suplliers dan distributors

Yang sudah saya jalani di perusahaan yang saya pimpin:
1. Membuat weekly meeting dengan managers di hari jumat / hari terakhir untuk membahas target minggu lalu (senin – jumat) dan untuk setup new target dan plan untuk minggu depan. Plan dan target tidak usah terlalu berlebihan, yang realistis saja dan tidak terlalu banyak. Maksimal 3. bahan presentasi akan dibuat di powerpoint.
2. Saya membuat job control index untuk menrecord achievement dan target mereka per minggu.
3. Kita mempunyai software yang bisa diunduh free untuk mengontrol percentage task dan target mereka. Seperti project plan atau task yang bisa dibreak down, dan softwarenya menilai berdasarkan break down pekerjaan yang sudah done berapa persen.
4. Saya tidak terlalu mengurusi untuk hal-hal di lapangan, tetapi hanya monitor dan melihat untuk diomongkan pada weekly meeting.
5. Saya membiarkan mereka mengatur dan membuat meeting dengan para supervisor / staff mereka untuk cara-cara mereka untuk mengejar target tersebut. Biar mereka berkreasi dalam mind mereka untuk maju.
6. Saya membuat rotasi semua karyawan. (orang warehouse masuk ke divisi transport,dan vice versa, orang warehouse masuk ke inventory control, dan vice versa). Campur baur.
Kita memasukkan staff warehouse ke Inventory control dengan kriteria: Sering lacking dalam prepare / tidak konsisten kecepatan dan akurasinya. Dia cenderung terlalu cepat mengerjakan pekerjaan sehingga membuat pekerjaannya tidak karuan jadinya. Dia cenderung mengambil semua pekerjaan untuk dia sendiri yang membuat berantakan dan tidak finished semua. Kurang care terhadap inventory.
Dengan dimasukkan ke inventory, dia akan digembleng dan akan belajar inventory yang notabene lebih rumit dalam pekerjaan termasuk olah data di excel yang memerlukan vlookup, pivot, dll. Dia akan belajar apakah inventory itu dan dia akan tertahan speednya dia di situ. Maka speed kerjanya dia akan otomatis ter-reduce karena pekerjaan barunya dia.
7. Akan mendoktrin semua karyawan bahwa ini perusahaan milik mereka sendiri (karyawan yang berjiwa entrepreneur). Berani mengambil resiko untuk maju, tidak hanya pasrah dengan SOP. Berani think and act out of the box mereka, keluar dari zona kenyamanannya.

Ini sementara yang saya lakukan, langkah berikut, akan menyusul.