Wijanarko's Blog

Change and Don't Stop Learning.

5 Kesalahan Umum Manajer

Bila anda sering kecewa karena kinerja personil anda tidak seperti yang anda inginkan, atau merasa pendengaran mereka ‘kurang baik’ sehingga mereka sering salah memahami instruksi anda, mungkin yang salah adalah anda (sekali dalam setahun mungkin ada gunanya anda menyalahkan diri sendiri ketimbang terus menyalahkan personil anda). Jangan-jangan mungkin anda yang membuat mereka jatuh. Beberapa kebiasaan berikut mungkin menjadi kebiasaan anda.

Bila anda sering kecewa karena kinerja personil anda tidak seperti yang anda inginkan, atau merasa pendengaran mereka ‘kurang baik’ sehingga mereka sering salah memahami instruksi anda, mungkin yang salah adalah anda (sekali dalam setahun mungkin ada gunanya anda menyalahkan diri sendiri ketimbang terus menyalahkan personil anda). Jangan-jangan mungkin anda yang membuat mereka jatuh. Beberapa kebiasaan berikut mungkin menjadi kebiasaan anda.
5 Kesalahan Umum Manajer:

Read more »

April 13, 2011 Posted by | Human Resources Management | , , , | Leave a Comment

Pendidikan Anak, Enam Kesalahan Orangtua

Ditulis oleh Oleh: Christina Riverland

Kesalahan orang tua saat mendidik anak selalu menjadi tanggung jawab yang besar dalam hidup kita dan masalah yang telah mengganggu banyak orang tua. Anak-anak adalah kelanjutan dari kehidupan kita. Umur seorang manusia biasanya tidak lebih dari 100 tahun dan seringkali lebih pendek, dan dapat meninggal setiap saat. Kita bisa melepas keinginan kita dan hal terbaik untuk anak-anak kita, generasi berikutnya dan dengan peraturan, dan mungkin memberdayakan mereka untuk mengeksplorasi dimensi baru di masa depan. Sayangnya, banyak orangtua sering memiliki enam kesalahan umum berikut dalam mendidik anak-anak mereka.
1) Terlalu memuji dan terlalu banyak harapan
Orang tua memuji anak terlalu tinggi benar-benar akan menjadi beban bagi anak, yang mengarah ke batas yang berlebihan dan kekangan. Saat anak gagal hidup sesuai harapan orang tua, rasa bersalah dan frustrasi anak akan tumbuh. Anak lebih cenderung menyalahkan diri sendiri dan merasa tertekan ketika mendapatkan nilai buruk. Harapan yang tidak realistis akan berakhir sebagai pukulan berat harga diri dan kepercayaan dirinya, terutama jika orang tua selalu memuji anak dengan komentar-komentar seperti: “Kamu sangat cerdas”!
Orang tua harus mempertimbangkan menggunakan istilah khusus yang berlebihan seperti: “Bagus! Kamu telah mengerjakan PR Anda dengan baik hari ini!”

Read more »

April 1, 2011 Posted by | Tips | , , | Leave a Comment

   

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.