5 Kesalahan Umum Manajer
Bila anda sering kecewa karena kinerja personil anda tidak seperti yang anda inginkan, atau merasa pendengaran mereka ‘kurang baik’ sehingga mereka sering salah memahami instruksi anda, mungkin yang salah adalah anda (sekali dalam setahun mungkin ada gunanya anda menyalahkan diri sendiri ketimbang terus menyalahkan personil anda). Jangan-jangan mungkin anda yang membuat mereka jatuh. Beberapa kebiasaan berikut mungkin menjadi kebiasaan anda.
Bila anda sering kecewa karena kinerja personil anda tidak seperti yang anda inginkan, atau merasa pendengaran mereka ‘kurang baik’ sehingga mereka sering salah memahami instruksi anda, mungkin yang salah adalah anda (sekali dalam setahun mungkin ada gunanya anda menyalahkan diri sendiri ketimbang terus menyalahkan personil anda). Jangan-jangan mungkin anda yang membuat mereka jatuh. Beberapa kebiasaan berikut mungkin menjadi kebiasaan anda.
5 Kesalahan Umum Manajer:
Pendidikan Anak, Enam Kesalahan Orangtua
Ditulis oleh Oleh: Christina Riverland
Kesalahan orang tua saat mendidik anak selalu menjadi tanggung jawab yang besar dalam hidup kita dan masalah yang telah mengganggu banyak orang tua. Anak-anak adalah kelanjutan dari kehidupan kita. Umur seorang manusia biasanya tidak lebih dari 100 tahun dan seringkali lebih pendek, dan dapat meninggal setiap saat. Kita bisa melepas keinginan kita dan hal terbaik untuk anak-anak kita, generasi berikutnya dan dengan peraturan, dan mungkin memberdayakan mereka untuk mengeksplorasi dimensi baru di masa depan. Sayangnya, banyak orangtua sering memiliki enam kesalahan umum berikut dalam mendidik anak-anak mereka.
1) Terlalu memuji dan terlalu banyak harapan
Orang tua memuji anak terlalu tinggi benar-benar akan menjadi beban bagi anak, yang mengarah ke batas yang berlebihan dan kekangan. Saat anak gagal hidup sesuai harapan orang tua, rasa bersalah dan frustrasi anak akan tumbuh. Anak lebih cenderung menyalahkan diri sendiri dan merasa tertekan ketika mendapatkan nilai buruk. Harapan yang tidak realistis akan berakhir sebagai pukulan berat harga diri dan kepercayaan dirinya, terutama jika orang tua selalu memuji anak dengan komentar-komentar seperti: “Kamu sangat cerdas”!
Orang tua harus mempertimbangkan menggunakan istilah khusus yang berlebihan seperti: “Bagus! Kamu telah mengerjakan PR Anda dengan baik hari ini!”
-
Archives
- April 2012 (1)
- September 2011 (1)
- August 2011 (1)
- July 2011 (3)
- May 2011 (3)
- April 2011 (8)
- March 2011 (7)
- February 2011 (4)
- January 2011 (6)
- December 2010 (8)
- November 2010 (1)
- October 2010 (4)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS