2010 in review
The stats helper monkeys at WordPress.com mulled over how this blog did in 2010, and here’s a high level summary of its overall blog health:

The Blog-Health-o-Meter™ reads Fresher than ever.
Crunchy numbers

A helper monkey made this abstract painting, inspired by your stats.
A Boeing 747-400 passenger jet can hold 416 passengers. This blog was viewed about 2,600 times in 2010. That’s about 6 full 747s.
In 2010, there were 61 new posts, growing the total archive of this blog to 63 posts.
The busiest day of the year was December 6th with 60 views. The most popular post that day was Kisah Nyata Seorang OB (Office Boy) Menjadi Vice President CitiBank.
Where did they come from?
The top referring sites in 2010 were lmodules.com, linkedin.com, google.co.id, mail.yahoo.com, and facebook.com.
Some visitors came searching, mostly for teori z, mempercepat kinerja blackberry, outlook contact to blackberry, mempercepat kinerja bb, and manajemen supply.
Attractions in 2010
These are the posts and pages that got the most views in 2010.
Kisah Nyata Seorang OB (Office Boy) Menjadi Vice President CitiBank December 2010
Implementasi Lean Six Sigma pada Industri Jasa April 2010
Guide: To Import Outlook Contact to Blackberry May 2010
2 comments
Mempercepat Kinerja Blackberry May 2010
Tradisi Tionghua tentang Kematian dan Kehidupan Kekal dalam Perspektif Iman Katolik January 2010
Kenaikan Tarif Penyeberangan Bertahap
Kenaikan tarif penyeberangan bertahap
JAKARTA: Operator kapal penyeberangan berharap penaikan tarif yang sudah dimulai pada 15 Desember 2010 rata-rata 20% di lintasan antarprovinsi akan berlanjut secara bertahap sampai tarif yang diberlakukan sesuai dengan perhitungan sebenarnya.
Ceva Expands Partnership with Procter & Gamble in Italy
Ceva Expands Partnership with Procter & Gamble in Italy
Logistics Insight Asia – Top Story, 5/5/2010
Ceva Logistics has signed three contracts with Procter & Gamble (P&G). The former will handle complete warehouse activities for the latter’s home care products.
UPS Introduces Application for Blackberry
UPS Introduces Application for Blackberry
Logistics Insight Asia – New Products, 4/2/2010
UPS has announced an application for BlackBerry devices that not only ships and tracks packages but also finds the nearest UPS location.
The Mobile App for BlackBerry enables users to track shipments, create shipments using the My UPS address book, calculate shipping rates and time-in-transit and then find the nearest UPS location.
Bisnis Kurir
| Ikhtiar Kurir Menembus Batas
by Majalah Trust |
| Febry Mahimza, Windarto, Priyanto Sukandar, dan Bona Ventura |
| â€IT’S now or never…Sekarang atau tidak sama sekaliâ€. Sebait idiom itulah yang kini tengah dilakoni Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Indonesia (Asperindo). Asosiasi ini memang tengah berupaya untuk merevisi RUU Pos yang kini tengah dibahas oleh anggota dewan di Senayan. Sejatinya, semangat yang dikandung RUU Pos ini memang ditujukan untuk meningkatkan peran swasta dalam memberikan layanan pengiriman dokumen dan paket. Yang jadi masalah, PT Pos Indonesia (Persero) terkesan belum legowo kehilangan sebagian besar pendapatannya. |
Priok direlokasi ke Karawang Pelindo II batalkan kontrak proyek Rp300 miliar di Bojonegara
Priok direlokasi ke Karawang
Pelindo II batalkan kontrak proyek Rp300 miliar di BojonegaraJAKARTA: PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II segera membangun megaproyek
pelabuhan pengumpul (hub port) baru di Karawang, Jawa Barat.
Pelabuhan baru itu berkapasitas 10 juta TEUs kontainer per tahun sebagai pengganti Pelabuhan Tanjung Priok dalam 5 tahun mendatang.
Pada tahap awal, perseroan BUMN itu menyiapkan dana sebesar Rp6 triliun guna membangun sampai mengoperasikan pelabuhan tersebut, yang dijadwalkan terlaksana secara bertahap 5-10 tahun.
Direktur Utama Pelindo II Richard Jose Lino mengatakan rencana itu secara otomatis membatalkan program pengembangan Pelabuhan Bojonegara, Kabupaten Serang, Banten, yang semula diproyeksikan sebagai pelabuhan kontainer pengganti Tanjung Priok.
“Saya akan bangun di Karawang, Jawa Barat. Konsepnya bangun pelabuhan yang besar dengan lahan 10.000 hektare. Pelabuhan itu harus memiliki life time minimal 100 tahun. Itu minimal!” tegasnya kepada Bisnis akhir pekan lalu.
Dia memaparkan pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mendukung pembangunan pelabuhan baru, yang menurut rencana, berlokasi di area yang sebelumnya menjadi tempat budi daya udang.
Saat ini, Lino menambahkan, Pelindo II telah melayangkan rancangan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) kerja sama pembangunan pelabuhan itu dan diharapkan segera diteken bersama.
Pasalnya, pembangunan pelabuhan baru tersebut harus segera dimulai jika tidak ingin melihat kongesti di Priok. “Pembangunan harus dimulai dalam 1 tahun atau 3 tahun ini. Karena di sana [Karawang] harus membebaskan tanah,” katanya.
Dia memastikan pihaknya akan menggabungkan pembiayaan yang bersumber dari internal perusahaan ataupun eksternal untuk membangun dan mengoperasikan pelabuhan pengganti Tanjung Priok itu.
Menurut Lino, pemilihan pelabuhan baru di Karawang mengacu pada kedekatan dengan puluhan kawasan industri di Cikarang, Karawang, Purwakarta, dan Subang di Provinsi Jawa Barat yang memasok barang ke Pelabuhan Tanjung Priok sekitar 70%.
Khusus Pelabuhan Bojonegara, dia menegaskan, pihaknya telah membatalkan sejumlah kontrak yang nilainya mencapai Rp300 miliar untuk pengembangan pelabuhan itu menjadi hub kontainer pengganti Tanjung Priok.
Selanjutnya, papar Lino, Pelabuhan Bojonegara diarahkan menjadi pelabuhan pengumpul barang curah, seperti melayani kapal tanker. “Untuk Bojonegara, kami cari jalan keluar untuk itu. Bisa dialihkan menjadi pelabuhan kilang,” katanya.
Revisi master planWakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono membenarkan pemerintah dan Pelindo II sedang menyiapkan pelabuhan baru di timur Jakarta sebagai pengganti Tanjung Priok.
“Lokasinya di Karawang, tetapi persisnya belum diputuskan,” kata Bambang.
Menurut dia, pelabuhan baru itu dirancang memiliki kemampuan melayani kapal berkapasitas angkut besar hingga 3.000 TEUs dan menampung 10 juta TEUs kontainer per tahun.
Bambang menjelaskan untuk menentukan lokasi pelabuhan itu, pihaknya masih menunggu hasil studi Japan International Corporation Agency (JICA) yang ditargetkan rampung dalam 1,5 bulan ke depan.
“Kami masih open [terbuka], masih menunggu kajian dari dana hibah Jepang. Apakah Cilamaya, Karawang atau Indramayu. Studi itu masih dilihat dari segala sisi,” tegas Wamenhub.
Menurut dia, pembangunan pelabuhan pengganti diperlukan karena dalam 5 tahun ke depan Tanjung Priok tidak akan mampu lagi melayani barang ekspor dan impor.
Bambang menambahkan Kementerian Perhubungan kemungkinan akan merevisi master plan [rencana induk] pengembangan Pelabuhan Priok hingga 2025 setelah lokasi pelabuhan pengganti Tanjung Priok ditetapkan.
Selain itu, paparnya, pihaknya juga akan melihat kedekatan pelabuhan baru itu dengan Pelabuhan Priok, menyusul telah ditetapkannya Tanjung Priok menjadi hub port internasional dalam Tatanan Kepelabuhanan Indonesia.
Relokasi Pelabuhan Priok ke Karawang didukung oleh pelaku usaha di Tanah Air karena akan memangkas biaya pengiriman barang secara signifikan.
Ketua Komite Tetap Perhubungan Laut Kadin Carmelita Hartoto menilai rencana membangun pelabuhan di Karawang sudah tepat karena pemindahan Pelabuhan Priok harus ke lokasi yang lebih besar dan dekat dengan kawasan industri.
“Kami setuju di sana [Karawang] karena mendekati pabrik dan depo. Semua pengumpulan barang ada di sekitar Karawang itu.”
Ketua Umum Dewan Pemakai Jasa Angkutan Laut (Depalindo) Toto Dirgantoro mengatakan organisasinya sudah sejak lama menyuarakan reposisi Pelabuhan Priok ke kawasan yang dekat dengan pusat produksi, karena dapat menghemat biaya logistik.
Menurut dia, reposisi Tanjung Priok bisa menghemat biaya pengiriman dari dan ke pelabuhan hingga 40%, selain akan ada efisiensi waktu.
“Itu [reposisi Priok ke Karawang] merupakan usulan Depalindo sejak 5 tahun lalu, tetapi tidak pernah direspons. Kami sangat mendukung rencana itu karena basis industri ada di timur Jakarta, akan sangat menolong eksportir dan importir,” tegasnya.
(k1/Raydion Subiantoro) (hendra. wibawa@bisnis.co.id/tularji@ bisnis.co.id)
Oleh
Hendra Wibawa & TularjiBisnis Indonesia
-
Archives
- April 2012 (1)
- September 2011 (1)
- August 2011 (1)
- July 2011 (3)
- May 2011 (3)
- April 2011 (8)
- March 2011 (7)
- February 2011 (4)
- January 2011 (6)
- December 2010 (8)
- November 2010 (1)
- October 2010 (4)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS