Avoid These 10 Interview Bloopers
by Deborah Walker
We’ve all heard stories of job candidates who looked great on paper but who were absolute disasters in person. With fewer and fewer interview opportunities available in this competitive market, it’s essential to make the best possible first impression. You can learn from the mistakes of others and avoid the top 10 worst interview blunders.
Poor handshake: The three-second handshake that starts the interview is your first opportunity to create a great impression. But all too often an interview is blown right from the start by an ineffective handshake. Once you’ve delivered a poor handshake, it’s nearly impossible to recover your efforts to build rapport. Here are some examples:
Karir atau keluarga, manakah yang harus diutamakan?
Penulis : Ir. Bambang Syumanjaya, MM, MBA, CBA
Hal ini seringkali menyebabkan dilema dalam diri seseorang. Tentunya untuk memenuhi kebutuhan keluarga, kita harus memprioritaskan karir kita, namun seringkali ketika hal tersebut kita lakukan muncul banyak masalah dalam keluarga karena kurangnya waktu yang kita luangkan untuk mengurusi keluarga. Sementara jika kita memfokuskan diri pada urusan keluarga, tentunya kita juga tidak terhindar dari pemenuhan kebutuhan keluarga yang membutuhkan finansial yang cukup yang dapat diperoleh melalui bekerja.
Bagaimana cara menyeimbangkan kedua hal tersebut karena setiap orang tentunya menginginkan karir yang mantap dan keluarga yang bahagia, hal inilah yang akan kita bahas dalam artikel kali ini.Ketika seseorang menghadapi dilema dalam kehidupan ini biasanya mengalami hal-hal sebagai berikut:
o Stress.
Akibat adanya ketidakseimbangan antara karir dan keluarga, seringkali mengakibatkan stress, khususnya pada orang tua. Ada perasaan bersalah karena telah mengabaikan anak-anaknya namun di sisi lain mereka juga harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan yang ada.
Membangun Team: Tak Hanya Membuat Daftar
By Ir. Iim Ibrohim
http://www.ibrosys.com
Konsultan iso 9001, 14001, TS 16949, OHSAS 18001
Mudahkah membentuk team? Apakah team dapat dibentuk seketika dengan mengumumkan bahwa semua operator dalam satu line adalah satu team? Atau semua manajer adalah satu team?
Team adalah sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama dan bekerjasama untuk mencapai tujuan tersebut. Wawasan tentang team penting bagi setiap organisasi karena organisasi pada hakikatnya adalah sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama. Tak heran bila Beberapa ahli menganggap bahwa organisasi berbasis team adalah model sistem manajemen masa depan. Total qualtiy management pun sudah jauh-jauh hari menekankan pentingnya pengembangan kerja team. Maka jargon-jargon tentang team pun bertebaran di banyak organisasi seperti ‘Kita adalah bagian dari team’, ‘Kita ada di perahu yang sama’ dan sebagainya. Tetapi team tak hanya membutuhkan jargon dan sekedar daftar keanggotaan team.
Mengapa Karyawan Tak Mematuhi Prosedur
By Ir. Iim Ibrohim
Konsultan iso 9001, 14001, TS 16949, OHSAS 18001
Keluhan umum dari seorang manager atau seorang Management Representative dalam menerapkan sistem manajemen adalah ‘Sulitnya membuat karyawan mengikuti prosedur’. Prosedur sudah dirancang dengan susah payah; melalui pemetaan proses, identifikasi potensial error, mencari peluang perbaikan, mempelajari berbagai konsep dan seterusnya hingga menjadi sebuah aturan. Sang manajer yakin bahwa prosedur-prosedur itu akan membawa manfaat. Memperbaiki lead time proses, mengurangi kesalahan dan sebagainya. Semua hal yang ada di prosedur adalah hal-hal yang logis semata, yang dapat diterima dengan akal sehat oleh siapapun termasuk oleh karyawan yang terlibat menerapkannya. Tetapi mengapa mereka mengabaikan?
5 Kesalahan Umum Manajer
Bila anda sering kecewa karena kinerja personil anda tidak seperti yang anda inginkan, atau merasa pendengaran mereka ‘kurang baik’ sehingga mereka sering salah memahami instruksi anda, mungkin yang salah adalah anda (sekali dalam setahun mungkin ada gunanya anda menyalahkan diri sendiri ketimbang terus menyalahkan personil anda). Jangan-jangan mungkin anda yang membuat mereka jatuh. Beberapa kebiasaan berikut mungkin menjadi kebiasaan anda.
Bila anda sering kecewa karena kinerja personil anda tidak seperti yang anda inginkan, atau merasa pendengaran mereka ‘kurang baik’ sehingga mereka sering salah memahami instruksi anda, mungkin yang salah adalah anda (sekali dalam setahun mungkin ada gunanya anda menyalahkan diri sendiri ketimbang terus menyalahkan personil anda). Jangan-jangan mungkin anda yang membuat mereka jatuh. Beberapa kebiasaan berikut mungkin menjadi kebiasaan anda.
5 Kesalahan Umum Manajer:
Kehadiran Ayah
Tomi, Pimpinan sebuah perusahaan di Jakarta, tiba di rumahnya jam 9 malam. Tak seperti biasanya, anaknya, dinda, umur 9 th membukakan pintu untuknya. Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama.
“Kok, blum tidur?” sapa tomi
“Aku nunggu Papa pulang,
sebab aku mau tanya, “Berapa sih gaji Papa?”
“Kamu hitung ya.. Tiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam & dibayar 400.000, tiap bulan rata-rata 22 hari kerja, kadang Sabtu masih lembur. Berapa gaji Papa hayo?”
“Kalo 1 hari Papa dibayar 400.000 u/ 10 jam, berarti 1 jam Papa digaji 40.000 dong”
“Wah, pinter kamu. Sekarang cuci kaki, terus tidur ya..”
“Papa, aku boleh pinjam 5.000 gak?”
“Sudah, gak usah macam-macam.. Buat apa minta uang malam-malam gini? Tidurlah..”
“Tapi Papa…”
“Papa bilang tidur!” Dinda pun lari menuju kamarnya sedih.
Usai mandi, Tomi menyesali kekesalannya, menengok dinda di kamar tidurnya sedang terisak sambil memegang 15.000. Sambil mengelus kepala dinda, tomi berkata,
“Maafin Papa ya..Papa sayang sama dinda..Tapi buat apa sih minta uang sekarang?”
“Papa, aku gak minta uang.
Aku hanya pinjam, nanti aku kembalikan kalo sudah menabung lagi dari uang jajan seminggu ini.”
“lya, iya, tapi buat apa?”
“Aku nunggu Papa dari jam 8 mau ajak Papa main ular tangga 30 menit aja. Mama sering bilang waktu Papa itu amat berharga. Jadi, aku mau ganti waktu Papa. Aku buka tabunganku hanya ada 15.000…
Karena Papa 1 jam dibayar 40.000, maka setengah jam aku harus ganti 20.000.. Duit tabunganku kurang 5.000, makanya aku mau pinjam dari Papa” kata dinda polos. Tomi pun terdiam. Ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat dengan haru.
Dia baru menyadari ternyata limpahan harta yang dia berikan selama ini tak cukup untuk “membeli” kebahagiaan anaknya.
Ternyata kebahagiaan keluarga terletak pada kualitas waktu yang dia berikan,
Ke’hadir’an seorang ayah yang nyata.
PESAN MORAL
“Bagi dunia kau ‘hanya’ seseorang tapi bagi seseorang kau adalah DUNIA-nya
Tifus dan Paratifus
Gejala Awal
Gejala awalnya perlu dikenali sebelum terlambat diobati. Selain itu, tifus kasus infeksi perut yang banyak di sini. Diawali demam lebih dari seminggu. Mulanya seperti orang mau flu. Bedanya, demam tifus umumnya muncul sore dan malam hari. Tidak disertai gejala batuk pilek. Demamnya sukar turun walau minum obat dan disertai nyeri kepala hebat. Perut terasa tidak enak, dan tidak bisa buang air beberapa hari, Demam naik teratur, bila naiknya menjelang malam, selama seminggu, akan terus seperti itu, bisa juga naiknya selalu disiang hari, malamnya agak mereda.
Pada paratifus – jenis tifus yang lebih ringan – mungkin sesekali mengalami buang-buang air. Jika diamati, lidah tampak berselaput putih susu, bagian tepinya merah terang. Bibir kering, dan kondisi fisik tampak lemah, serta nyata tampak sakit. Jika sudah lanjut, mungkin muncul gejala kuning, sebab pada tifus organ hati bisa membengkak seperti gejala hepatitis.
Pendidikan Anak, Enam Kesalahan Orangtua
Ditulis oleh Oleh: Christina Riverland
Kesalahan orang tua saat mendidik anak selalu menjadi tanggung jawab yang besar dalam hidup kita dan masalah yang telah mengganggu banyak orang tua. Anak-anak adalah kelanjutan dari kehidupan kita. Umur seorang manusia biasanya tidak lebih dari 100 tahun dan seringkali lebih pendek, dan dapat meninggal setiap saat. Kita bisa melepas keinginan kita dan hal terbaik untuk anak-anak kita, generasi berikutnya dan dengan peraturan, dan mungkin memberdayakan mereka untuk mengeksplorasi dimensi baru di masa depan. Sayangnya, banyak orangtua sering memiliki enam kesalahan umum berikut dalam mendidik anak-anak mereka.
1) Terlalu memuji dan terlalu banyak harapan
Orang tua memuji anak terlalu tinggi benar-benar akan menjadi beban bagi anak, yang mengarah ke batas yang berlebihan dan kekangan. Saat anak gagal hidup sesuai harapan orang tua, rasa bersalah dan frustrasi anak akan tumbuh. Anak lebih cenderung menyalahkan diri sendiri dan merasa tertekan ketika mendapatkan nilai buruk. Harapan yang tidak realistis akan berakhir sebagai pukulan berat harga diri dan kepercayaan dirinya, terutama jika orang tua selalu memuji anak dengan komentar-komentar seperti: “Kamu sangat cerdas”!
Orang tua harus mempertimbangkan menggunakan istilah khusus yang berlebihan seperti: “Bagus! Kamu telah mengerjakan PR Anda dengan baik hari ini!”
-
Archives
- April 2012 (1)
- September 2011 (1)
- August 2011 (1)
- July 2011 (3)
- May 2011 (3)
- April 2011 (8)
- March 2011 (7)
- February 2011 (4)
- January 2011 (6)
- December 2010 (8)
- November 2010 (1)
- October 2010 (4)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS